Sampul The Mirror That Started Teasing

Adrian had a new smart mirror in his bathroom. Every morning, it told him the weather and the time. He liked it because it was simple and quiet.

Adrian punya cermin pintar baru di kamar mandinya. Setiap pagi, cermin itu memberitahunya cuaca dan waktu. Ia menyukainya karena cermin itu sederhana dan tenang.

One Saturday, his sister Stella came to stay for the weekend. She loved gadgets and always wanted to try new settings.

Pada suatu hari Sabtu, adiknya, Stella, datang menginap untuk akhir pekan. Ia suka sekali alat-alat canggih dan selalu ingin mencoba pengaturan baru.

On Sunday morning, Adrian stood in front of the mirror. "Good morning," said the mirror. "That shirt is an interesting choice today."

Minggu pagi, Adrian berdiri di depan cermin. "Selamat pagi," kata cermin itu. "Kemeja itu pilihan yang menarik hari ini."

Adrian stopped and looked at the screen. "What did you say?"

Adrian berhenti dan menatap layar itu. "Apa yang kamu katakan?"

"I said your shirt is interesting," the mirror said again. "Also, your hair looks a little wild this morning."

"Aku bilang kemejamu menarik," kata cermin itu lagi. "Lagi pula, rambutmu kelihatan agak berantakan pagi ini."

Adrian frowned. "This mirror never talked like this before."

Adrian mengerutkan kening. "Cermin ini belum pernah bicara seperti ini sebelumnya."

He walked to the kitchen and found Stella at the table. "Did you do something to my mirror?" he asked.

Ia berjalan ke dapur dan menemukan Stella di meja makan. "Kamu mengutak-atik cerminku?" tanyanya.

Stella smiled. "I found a joke mode in the settings last night. I turned it on for fun."

Stella tersenyum. "Semalam aku menemukan mode lelucon di pengaturannya. Aku menyalakannya untuk iseng."

"Please turn it off," Adrian said. "I don't need comments before coffee."

"Tolong matikan," kata Adrian. "Aku tidak butuh komentar sebelum minum kopi."

Stella laughed and went back to the bathroom. She opened the mirror's app and pressed a button. The joke mode turned off.

Stella tertawa dan kembali ke kamar mandi. Ia membuka aplikasi cermin itu dan menekan sebuah tombol. Mode lelucon pun mati.

The next morning, Adrian stood in front of the mirror again.

Keesokan paginya, Adrian berdiri di depan cermin itu lagi.

"Good morning," said the mirror. "It is seven o'clock and sunny outside."

"Selamat pagi," kata cermin itu. "Sekarang pukul tujuh dan di luar cerah."

Adrian smiled and picked up his toothbrush. Quiet mornings were back.

Adrian tersenyum dan mengambil sikat giginya. Pagi yang tenang telah kembali.

🧠 Cek pemahamanmu

  1. Who turns on the mirror's joke mode?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Stella

    Stella found the joke mode in the settings and turned it on for fun.

  2. What does the mirror say about Adrian's shirt?

    Lihat jawaban

    Jawaban: That it is an interesting choice

    The mirror says, "That shirt is an interesting choice today."

  3. How does the story end?

    Lihat jawaban

    Jawaban: The mirror goes back to normal

    Stella turns off the joke mode, and the mirror gives normal weather updates again.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play