Sampul The Umbrella Stand That Was Always Wrong

Nathan worked in a tall office building downtown. Near the front door, the building had a smart umbrella stand. It checked the weather and beeped before rain. Every morning it said, "Take an umbrella today!"

Nathan bekerja di sebuah gedung perkantoran tinggi di pusat kota. Dekat pintu depan, gedung itu punya tempat payung pintar. Alat itu memeriksa cuaca dan berbunyi bip sebelum hujan. Setiap pagi ia berkata, "Bawa payung hari ini!"

The trouble was simple. The stand beeped almost every single day, rain or not. On sunny mornings and cloudy mornings, it gave the same warning. Nathan and his coworkers stopped listening to it. They walked past it without another look.

Masalahnya sederhana. Alat itu berbunyi bip hampir setiap hari, hujan atau tidak. Pada pagi yang cerah maupun berawan, ia memberikan peringatan yang sama. Nathan dan rekan-rekan kerjanya berhenti mendengarkannya. Mereka berjalan melewatinya tanpa menoleh lagi.

One Tuesday, dark clouds filled the sky. Nathan left for lunch without his umbrella. The stand beeped, but he ignored it like always. Halfway to the sandwich shop, the rain started. It was heavy and cold. Nathan ran back to the building, completely wet.

Pada suatu hari Selasa, awan gelap memenuhi langit. Nathan pergi makan siang tanpa payungnya. Alat itu berbunyi bip, tetapi ia mengabaikannya seperti biasa. Di tengah jalan menuju toko roti lapis, hujan mulai turun. Hujannya deras dan dingin. Nathan berlari kembali ke gedung, basah kuyup.

"Why didn't you listen to it?" asked his coworker Marisa. She held a dry umbrella under her arm.

"Kenapa kamu tidak mendengarkannya?" tanya rekan kerjanya, Marisa. Ia membawa payung kering di bawah lengannya.

"It beeps every day," Nathan said. "How do I know when it's real?"

"Alat itu berbunyi bip setiap hari," kata Nathan. "Bagaimana aku tahu kapan itu sungguhan?"

That afternoon, Nathan looked closely at the stand. A small screen on the back showed a weather report. The date on the screen was three weeks old. The stand was stuck and never updated itself.

Sore itu, Nathan memperhatikan alat itu dengan saksama. Sebuah layar kecil di bagian belakang menampilkan laporan cuaca. Tanggal di layar itu sudah tiga minggu yang lalu. Alat itu macet dan tidak pernah memperbarui dirinya sendiri.

Nathan found a small reset button under the base. He pressed it and waited quietly. The screen went dark, then lit up again with today's date.

Nathan menemukan tombol reset kecil di bawah alasnya. Ia menekannya dan menunggu dengan tenang. Layarnya menjadi gelap, lalu menyala kembali dengan tanggal hari ini.

The next morning, the stand stayed quiet. No beep at all. By noon, the sky was clear and blue.

Keesokan paginya, alat itu diam saja. Tidak ada bip sama sekali. Menjelang siang, langit cerah dan biru.

"It's working now," Marisa said, smiling at the silent stand.

"Sekarang sudah berfungsi," kata Marisa sambil tersenyum pada alat yang diam itu.

Nathan nodded and walked out into the sunshine. His umbrella stayed folded in his bag.

Nathan mengangguk dan berjalan keluar ke bawah sinar matahari. Payungnya tetap terlipat di dalam tasnya.

🧠 Cek pemahamanmu

  1. What does the umbrella stand do before rain?

    Lihat jawaban

    Jawaban: It beeps

    The stand checked the weather and beeped before rain.

  2. Why did Nathan stop listening to the beep?

    Lihat jawaban

    Jawaban: It beeped almost every day

    The stand beeped almost every single day, rain or not, so people stopped trusting it.

  3. What was wrong with the umbrella stand?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Its weather report was three weeks old

    The date on its screen was three weeks old, so Nathan reset it.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play