The Forgotten Line
Cerita bahasa Inggris gratis level A1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
Yuna freezes on stage in the school play and needs a little help to go on.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Yuna had one line in the school play. She said it in her room many times. She said it at breakfast. She said it on the bus.
Yuna punya satu dialog di drama sekolah. Ia mengucapkannya berkali-kali di kamarnya. Ia mengucapkannya saat sarapan. Ia mengucapkannya di bus.
Her line was this. "Snow fell all night, so the road is closed."
Dialognya begini. "Salju turun sepanjang malam, jadi jalannya ditutup."
On Friday night, the hall was full. Yuna's dad sat in the third row. Yuna stood on the stage. Her legs shook. Her hands were cold. The lights were hot. Her friend Huda stood next to her.
Pada Jumat malam, aula penuh. Ayah Yuna duduk di barisan ketiga. Yuna berdiri di atas panggung. Kakinya gemetar. Tangannya dingin. Lampunya panas. Temannya, Huda, berdiri di sampingnya.
A boy on the stage said his line. Then everybody looked at Yuna.
Seorang anak laki-laki di panggung mengucapkan dialognya. Lalu semua orang menatap Yuna.
Her mind was empty. She opened her mouth. Nothing came out. The hall was silent. She could hear a cough in the back. She looked at the floor.
Pikirannya kosong. Ia membuka mulut. Tidak ada suara yang keluar. Aula itu hening. Ia bisa mendengar suara batuk di belakang. Ia menatap lantai.
Huda moved a little closer. She whispered one word. "Snow."
Huda bergerak sedikit lebih dekat. Ia membisikkan satu kata. "Salju."
Yuna blinked. "Snow fell all night," she said. The rest came back. "So the road is closed!" Her voice was loud now.
Yuna berkedip. "Salju turun sepanjang malam," katanya. Sisanya pun teringat kembali. "Jadi jalannya ditutup!" Suaranya sekarang lantang.
The play went on. At the end, everybody clapped. Yuna found her dad at the door.
Drama itu berlanjut. Di akhir, semua orang bertepuk tangan. Yuna menemukan ayahnya di dekat pintu.
"Dad, I forgot my line," she said.
"Ayah, aku lupa dialogku," katanya.
He hugged her. "The play was great," he said.
Ayahnya memeluknya. "Dramanya bagus sekali," katanya.






