Sampul The Mixed-Up Candles

Ana and Leo both worked in the same small office. Their coworker's birthday was on Thursday.

Ana dan Leo sama-sama bekerja di kantor kecil yang sama. Rekan kerja mereka berulang tahun pada hari Kamis.

Ana bought a box of candles for the cake on Wednesday. She hid them in her desk drawer.

Ana membeli sekotak lilin untuk kue pada hari Rabu. Ia menyembunyikannya di laci mejanya.

Leo also bought candles that same day, without telling anyone. He hid his box in the break room cupboard.

Leo juga membeli lilin pada hari yang sama, tanpa memberi tahu siapa pun. Ia menyembunyikan kotaknya di lemari ruang istirahat.

On Thursday morning, everyone gathered around the cake in the kitchen. Ana pulled out her candles.

Pada Kamis pagi, semua orang berkumpul mengelilingi kue di dapur. Ana mengeluarkan lilinnya.

"I have the candles," she said. She smiled.

"Aku bawa lilinnya," katanya. Ia tersenyum.

"So do I," Leo said. He held up his own box.

"Aku juga," kata Leo. Ia mengangkat kotaknya sendiri.

Everyone laughed. The cake now had two full sets of candles. That made about twenty-four candles in total.

Semua orang tertawa. Kue itu kini punya dua set lilin yang lengkap. Jumlahnya sekitar dua puluh empat lilin.

"That's a lot of candles," their coworker said. "It looks like a bonfire, not a birthday cake!"

"Banyak sekali lilinnya," kata rekan kerja mereka. "Ini kelihatan seperti api unggun, bukan kue ulang tahun!"

They lit every single candle and turned off the kitchen lights. The cake glowed bright orange.

Mereka menyalakan setiap lilin dan mematikan lampu dapur. Kue itu bersinar jingga terang.

Their coworker laughed and took a photo. Then she blew out all the candles. "What a fun birthday," she said. "Thanks to both of you."

Rekan kerja mereka tertawa dan memotret kue itu. Lalu ia meniup semua lilinnya. "Ulang tahun yang seru," katanya. "Terima kasih untuk kalian berdua."

Ana and Leo looked at each other and laughed too. "Next year," Ana said, "let's just ask first."

Ana dan Leo saling memandang dan ikut tertawa. "Tahun depan," kata Ana, "kita tanya dulu saja."

"Deal," Leo said. "One box of candles is enough."

"Setuju," kata Leo. "Satu kotak lilin sudah cukup."

🧠 Cek pemahamanmu

  1. Why does the cake end up with too many candles?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Both Ana and Leo bought candles without telling each other

    Ana bought a box of candles, and Leo also bought candles that same day, without telling anyone.

  2. How many sets of candles end up on the cake?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Two

    The cake now had two full sets of candles.

  3. What do Ana and Leo agree to do next year?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Ask each other first

    "Next year," Ana said, "let's just ask first."

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play