Sampul The Two Gifts for a Best Friend

Maren wanted the perfect gift for her best friend Brynn. Brynn's birthday was only two days away. Maren stood in the gift shop, unsure what to pick.

Maren ingin hadiah yang sempurna untuk sahabatnya, Brynn. Ulang tahun Brynn tinggal dua hari lagi. Maren berdiri di toko hadiah, bingung harus memilih yang mana.

One option was a soft blue scarf. It matched Brynn's favorite coat exactly. The second option was a photo album.

Satu pilihannya adalah syal biru yang lembut. Warnanya persis cocok dengan mantel favorit Brynn. Pilihan kedua adalah album foto.

The album held space for pictures from their whole friendship. Maren pictured Brynn's face at each gift. Both choices felt right in their own way.

Album itu punya ruang untuk foto-foto dari seluruh persahabatan mereka. Maren membayangkan wajah Brynn saat menerima masing-masing hadiah. Kedua pilihan terasa tepat dengan caranya sendiri.

She thought about who Brynn really was. Brynn loved things she used every day. She also loved gifts with a story.

Ia memikirkan seperti apa Brynn sebenarnya. Brynn menyukai barang yang ia pakai setiap hari. Ia juga menyukai hadiah yang punya cerita.

Maren picked up the scarf and held it close. Then she set it back down slowly. She reached for the photo album instead.

Maren mengambil syal itu dan mendekapnya. Lalu pelan-pelan ia meletakkannya kembali. Ia meraih album foto itu sebagai gantinya.

At home, she filled the album with old pictures. She added photos from school trips and road trips. She wrote a small note under each one.

Di rumah, ia mengisi album itu dengan foto-foto lama. Ia menambahkan foto dari karyawisata dan perjalanan darat. Ia menulis catatan kecil di bawah setiap foto.

On the birthday, Maren handed Brynn the wrapped gift. Brynn opened it slowly and turned the first few pages. Her eyes filled with tears almost right away.

Pada hari ulang tahunnya, Maren menyerahkan hadiah yang terbungkus itu kepada Brynn. Brynn membukanya perlahan dan membalik beberapa halaman pertama. Matanya hampir langsung berkaca-kaca.

"I can't believe you kept all these," Brynn said. She hugged Maren tightly across the table. "This means a lot to me."

"Aku tidak percaya kamu menyimpan semua ini," kata Brynn. Ia memeluk Maren erat-erat melintasi meja. "Ini sangat berarti bagiku."

"I wanted a lasting gift," Maren said. "Scarves wear out. Memories do not."

"Aku ingin hadiah yang awet," kata Maren. "Syal bisa usang. Kenangan tidak."

Brynn flipped to the last page and laughed. "There's room for more pictures," she said. "Let's fill it fast."

Brynn membalik ke halaman terakhir dan tertawa. "Masih ada ruang untuk lebih banyak foto," katanya. "Ayo kita isi secepatnya."

🧠 Cek pemahamanmu

  1. What are the two gift options for Maren?

    Lihat jawaban

    Jawaban: A scarf and a photo album

    She chooses between a blue scarf and a photo album.

  2. Which gift does Maren choose?

    Lihat jawaban

    Jawaban: The photo album

    She reaches for the photo album instead.

  3. How does Brynn react to the gift?

    Lihat jawaban

    Jawaban: She almost cries and hugs Maren

    Her eyes fill with tears, and she hugs Maren tightly.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play