The Sunday Walk with Grandma
Cerita bahasa Inggris gratis level A1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
A grandmother and granddaughter's quiet Sunday walk turns into a reunion with an old family friend.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Every Sunday, Suri walked with her grandmother around the lake. It was their favorite routine together. They talked quietly and fed the ducks.
Setiap hari Minggu, Suri berjalan bersama neneknya mengelilingi danau. Itu rutinitas favorit mereka berdua. Mereka mengobrol pelan dan memberi makan bebek.
This Sunday started just like any other. They packed a small bag of bread. They left the house right after breakfast.
Hari Minggu ini dimulai seperti biasa. Mereka mengemas sekantong kecil roti. Mereka meninggalkan rumah tepat setelah sarapan.
Halfway around the lake, a man waved from a bench. Suri's grandmother stopped walking and stared at him. "Ingmar? Is that really you?" she said.
Di separuh jalan mengelilingi danau, seorang pria melambai dari sebuah bangku. Nenek Suri berhenti berjalan dan menatapnya. "Ingmar? Benarkah itu kamu?" katanya.
The man stood up slowly and smiled wide. "Rosalind! After all these years," he said. He held out both arms for a hug.
Pria itu berdiri perlahan dan tersenyum lebar. "Rosalind! Setelah bertahun-tahun," katanya. Ia membentangkan kedua lengannya untuk memeluk.
Suri watched in surprise. Her grandmother hugged the stranger tightly. "Ingmar was your grandfather's best friend," she explained. "We did not see each other for many years."
Suri memperhatikan dengan terkejut. Neneknya memeluk orang asing itu erat-erat. "Ingmar adalah sahabat terbaik kakekmu," jelasnya. "Kami tidak bertemu selama bertahun-tahun."
Ingmar joined them for the rest of the walk. He told Suri stories about her grandfather. Some stories made her grandmother laugh a lot.
Ingmar ikut bersama mereka sepanjang sisa jalan. Ia menceritakan kisah-kisah tentang kakek Suri. Beberapa kisah membuat nenek Suri tertawa terbahak-bahak.
They fed the ducks together at the halfway point. Ingmar pointed out his favorite duck from years ago. This man was a stranger to her that morning.
Mereka memberi makan bebek bersama di titik tengah. Ingmar menunjuk bebek favoritnya dari bertahun-tahun lalu. Pria ini orang asing bagi Suri pagi itu.
By the end of the walk, Suri heard many stories. She wanted to hear more.
Di akhir perjalanan, Suri sudah mendengar banyak cerita. Ia ingin mendengar lebih banyak lagi.
Ingmar promised to visit again next Sunday. Suri's grandmother squeezed his hand before he left. "Same bench, same time," she said.
Ingmar berjanji akan berkunjung lagi pada hari Minggu berikutnya. Nenek Suri meremas tangannya sebelum ia pergi. "Bangku yang sama, jam yang sama," katanya.
The next Sunday, Ingmar waited at the same bench. He brought old photos of her grandfather. Suri sat between the two old friends.
Pada hari Minggu berikutnya, Ingmar menunggu di bangku yang sama. Ia membawa foto-foto lama kakek Suri. Suri duduk di antara kedua sahabat lama itu.






