Sampul The Bike Lock That Ignored His Fingerprint

Quincy rides his bike to school every day. He locks it with a smart bike lock that reads his fingerprint. Most mornings, the lock opens right away.

Quincy naik sepeda ke sekolah setiap hari. Ia mengunci sepedanya dengan gembok sepeda pintar yang membaca sidik jarinya. Pada kebanyakan pagi, gembok itu langsung terbuka.

On rainy days, something strange happens. Quincy presses his finger on the lock, but it does not open. He tries again and again, but nothing changes.

Pada hari-hari hujan, terjadi sesuatu yang aneh. Quincy menempelkan jarinya pada gembok, tetapi gembok itu tidak terbuka. Ia mencoba lagi dan lagi, tetapi tidak ada yang berubah.

One rainy Tuesday, Quincy stands outside school, frustrated. His classmate Opal walks by and sees him struggling with the lock.

Pada suatu Selasa yang hujan, Quincy berdiri di luar sekolah dengan kesal. Teman sekelasnya, Opal, lewat dan melihatnya kesulitan dengan gembok itu.

"Is your lock broken?" Opal asks. "I think so," Quincy says. "It never works when it rains."

"Gemboknya rusak?" tanya Opal. "Kurasa begitu," kata Quincy. "Gembok ini tidak pernah mau bekerja kalau hujan."

"Let me see it," Opal says. She looks closely at the small sensor on the lock. "It's just wet," she says. "Try drying it with your sleeve."

"Coba lihat," kata Opal. Ia mengamati sensor kecil pada gembok itu dengan saksama. "Cuma basah," katanya. "Coba keringkan dengan lengan bajumu."

Quincy wipes the sensor with his sleeve and dries it well. He presses his finger on the lock again. This time, it clicks open immediately.

Quincy mengusap sensor itu dengan lengan bajunya dan mengeringkannya dengan baik. Ia menempelkan jarinya pada gembok sekali lagi. Kali ini, gembok itu langsung terbuka dengan bunyi klik.

"It worked!" Quincy says, surprised. "The lock isn't broken at all. It just needs a dry sensor."

"Berhasil!" kata Quincy, terkejut. "Gemboknya sama sekali tidak rusak. Sensornya hanya perlu kering."

"My umbrella lock does the same thing," Opal says. "Wet sensors are tricky."

"Gembok payungku juga begitu," kata Opal. "Sensor yang basah memang merepotkan."

From that day, Quincy keeps a small cloth in his bag. Every rainy morning, he wipes the sensor before he presses his finger.

Sejak hari itu, Quincy menyimpan kain kecil di dalam tasnya. Setiap pagi yang hujan, ia mengelap sensor itu sebelum menempelkan jarinya.

🧠 Cek pemahamanmu

  1. When does Quincy's bike lock stop working?

    Lihat jawaban

    Jawaban: On rainy days

    On rainy days, the lock does not open when Quincy presses his finger on it.

  2. Who helps Quincy figure out the problem?

    Lihat jawaban

    Jawaban: His classmate Opal

    Opal looks closely at the sensor and tells Quincy it is just wet.

  3. What does Quincy start carrying after that day?

    Lihat jawaban

    Jawaban: A small cloth

    Quincy keeps a small cloth in his bag to dry the sensor on rainy mornings.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play