Sampul The Park Chess Mystery

Every evening, Soren walks past the stone chess table in the park on his way home from work. Someone always leaves one piece moved from the day before. At first, he barely notices, since the table sees plenty of casual players.

Setiap sore, Soren melewati meja catur batu di taman dalam perjalanan pulang kerja. Selalu ada satu bidak yang digeser sejak hari sebelumnya. Awalnya ia nyaris tak memperhatikan, karena meja itu memang sering dipakai para pemain santai.

But after a week, he realizes the moves form a real, careful game. Whoever is playing white moves once each evening, always before Soren arrives. He starts to wonder who has the patience for such a slow match. Soren learned chess from his grandfather as a boy, though he hasn't played anyone in years.

Namun setelah seminggu, ia sadar langkah-langkah itu membentuk permainan yang sungguh-sungguh dan cermat. Siapa pun pemain putihnya, ia melangkah sekali setiap sore, selalu sebelum Soren tiba. Soren mulai bertanya-tanya siapa yang sesabar itu untuk bermain begitu lambat. Soren belajar catur dari kakeknya sejak kecil, meski sudah bertahun-tahun ia tidak bermain melawan siapa pun.

One night, Soren decides to answer. He studies the board for ten minutes, then moves a black piece of his own. He isn't sure anyone will notice, but leaving the reply feels satisfying anyway. Walking home, he already finds himself thinking about his next move.

Suatu malam, Soren memutuskan untuk membalas. Ia mempelajari papan selama sepuluh menit, lalu menggeser sebuah bidak hitam miliknya. Ia tidak yakin ada yang akan menyadarinya, tetapi membalas langkah itu tetap terasa menyenangkan. Dalam perjalanan pulang, ia sudah memikirkan langkah berikutnya.

The next evening, white has moved again, faster than before, almost eagerly. The game continues like this for nearly three weeks, entirely in silence. Neither player has said a single word or left a note. Soren starts checking a chess app on his phone before each move. He wants to be sure he isn't missing anything obvious.

Keesokan sore, putih sudah melangkah lagi, lebih cepat dari sebelumnya, nyaris bersemangat. Permainan berlanjut seperti itu selama hampir tiga minggu, sepenuhnya dalam diam. Tak seorang pun mengucapkan sepatah kata atau meninggalkan catatan. Soren mulai membuka aplikasi catur di ponselnya sebelum setiap langkah. Ia ingin memastikan tidak ada yang terlewat.

By the final week, Soren's position looks strong, though the opponent still finds clever ways to survive. One evening, he arrives early and waits on a nearby bench instead of leaving right away. He wants, just once, to see who has played against him all this time.

Pada minggu terakhir, posisi Soren tampak kuat, meski lawannya masih menemukan cara cerdik untuk bertahan. Suatu sore, ia datang lebih awal dan menunggu di bangku di dekat situ, tidak langsung pergi. Ia ingin, sekali ini saja, melihat siapa yang selama ini bermain melawannya.

An older man named Vance walks up, studies the board, then looks around and spots Soren watching. "You've gotten better since we started," Vance says with a grin. "I used to beat everyone at this table without trying." Soren laughs and finally sits down across from him to finish the game properly. He is already planning next week's rematch.

Seorang pria tua bernama Vance menghampiri, mengamati papan, lalu menoleh ke sekeliling dan melihat Soren yang sedang memperhatikan. "Kamu makin hebat sejak kita mulai," kata Vance sambil nyengir. "Dulu aku mengalahkan semua orang di meja ini tanpa perlu berusaha." Soren tertawa dan akhirnya duduk di hadapannya untuk menyelesaikan permainan dengan semestinya. Ia sudah merencanakan pertandingan ulang minggu depan.

🧠 Cek pemahamanmu

  1. What does Soren notice about the chess table in the park?

    Lihat jawaban

    Jawaban: A piece is moved every evening

    Someone always leaves one piece moved from the day before, forming a real game over time.

  2. What does Soren decide to do about it?

    Lihat jawaban

    Jawaban: He moves a piece of his own to answer

    He studies the board and moves a black piece of his own to join the silent game.

  3. Who turns out to be the mystery opponent?

    Lihat jawaban

    Jawaban: An older man named Vance

    Vance, an older man, has been playing the other side of the match.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play