Sampul The Noisy Bike Brakes

Kalani worked at the bike shop after school. She knew every part of a bike. The head mechanic, Delano, trusted her with small repairs.

Kalani bekerja di toko sepeda sepulang sekolah. Ia tahu setiap bagian sepeda. Kepala mekanik, Delano, memercayainya untuk perbaikan-perbaikan kecil.

One afternoon, a man walked in with a broken bike. It made a loud squeak with every turn. He looked worried and tired.

Suatu sore, seorang pria masuk dengan sepeda yang rusak. Sepeda itu berdecit keras setiap kali rodanya berputar. Ia tampak cemas dan lelah.

"My brakes are really loud," he said. "I don't understand it." Delano was busy with another customer.

"Rem saya berisik sekali," katanya. "Saya tidak mengerti kenapa." Delano sedang sibuk dengan pelanggan lain.

"I can check it," Kalani said. The man looked surprised. He did not expect help from a teenager.

"Saya bisa memeriksanya," kata Kalani. Pria itu tampak terkejut. Ia tidak mengira akan dibantu oleh seorang remaja.

Kalani turned the bike upside down. She spun the front wheel slowly. The noise came from the brake pads.

Kalani membalik sepeda itu. Ia memutar roda depan perlahan-lahan. Suara itu berasal dari kampas rem.

"Your brake pads are old," she said. "I can put in new ones." The man nodded and sat down to wait.

"Kampas rem Anda sudah tua," katanya. "Saya bisa memasang yang baru." Pria itu mengangguk dan duduk menunggu.

Kalani opened a small drawer of parts. She picked two matching brake pads. She worked fast with her tools.

Kalani membuka sebuah laci kecil berisi suku cadang. Ia memilih dua kampas rem yang cocok. Ia bekerja cepat dengan perkakasnya.

In ten minutes, the bike stood ready. She spun the wheel again. This time, it turned without any noise.

Dalam sepuluh menit, sepeda itu sudah siap. Ia memutar roda lagi. Kali ini, roda itu berputar tanpa suara.

"Wow," the man said. "You really know bikes." Kalani smiled and wiped her hands. She rolled the bike toward the door.

"Wah," kata pria itu. "Kamu benar-benar paham soal sepeda." Kalani tersenyum dan mengelap tangannya. Ia menuntun sepeda itu ke arah pintu.

"Thank you very much," the man said. He paid at the counter and waved goodbye. Kalani went back to her work. Delano gave her a proud smile.

"Terima kasih banyak," kata pria itu. Ia membayar di kasir dan melambaikan tangan. Kalani kembali ke pekerjaannya. Delano memberinya senyum bangga.

🧠 Cek pemahamanmu

  1. Why does the man bring his bike to the shop?

    Lihat jawaban

    Jawaban: The brakes are very loud

    His bike makes a loud squeak with every turn of the wheel.

  2. Who helps the man with his bike?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Kalani, a young worker at the shop

    Delano is busy with another customer, and Kalani offers to help.

  3. What was wrong with the bike?

    Lihat jawaban

    Jawaban: The brake pads were old

    Kalani finds that the noise comes from the old brake pads.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play