Storyteller

Johnny-Cake

A free B1-level English story for language learners, readable online in 7 languages, with an option to listen via the free Storyteller app.

Level
B1
Genres
folklore
Reading time
5 min
Languages available
EN, VI, ES, ZH, PT, HI, ID
Johnny-Cake cover

A talking Johnny-cake rolls out of the oven and outruns an old man, two well-diggers, a bear, and a wolf — but a sly fox has a trick of his own.

Once upon a time there was an old man, and an old woman, and a little boy. One morning the old woman made a Johnny-cake, and put it in the oven to bake. “You watch the Johnny-cake while your father and I go out to work in the garden.” So the old man and the old woman went out and began to hoe potatoes, and left the little boy to tend the oven.

Pada zaman dahulu ada seorang kakek, seorang nenek, dan seorang anak laki-laki kecil. Suatu pagi sang nenek membuat kue Johnny-cake, dan memasukkannya ke dalam tungku untuk dipanggang. "Jagalah kue Johnny-cake ini selagi ayah dan ibu pergi bekerja di kebun." Maka sang kakek dan nenek pun pergi dan mulai mencangkul kentang, meninggalkan si anak kecil untuk menjaga tungku.

But he didn't watch it all the time, and all of a sudden he heard a noise, and he looked up and the oven door popped open, and out of the oven jumped Johnny-cake, and went rolling along end over end, towards the open door of the house. The little boy ran to shut the door, but Johnny-cake was too quick for him and rolled through the door, down the steps, and out into the road long before the little boy could catch him.

Namun ia tidak mengawasinya sepanjang waktu, dan tiba-tiba ia mendengar suara gaduh, lalu mendongak dan pintu tungku terbuka lebar, dan dari dalam tungku melompatlah Johnny-cake, dan bergulir maju berguling-guling, menuju pintu rumah yang terbuka. Anak kecil itu berlari untuk menutup pintu, tetapi Johnny-cake terlalu cepat baginya dan bergulir melewati pintu, menuruni tangga, dan keluar ke jalan jauh sebelum si anak kecil bisa menangkapnya.

The little boy ran after him as fast as he could clip it, crying out to his father and mother, who heard the uproar, and threw down their hoes and gave chase too. But Johnny-cake outran all three a long way, and was soon out of sight, while they had to sit down, all out of breath, on a bank to rest.

Anak kecil itu berlari mengejarnya secepat mungkin, berteriak memanggil ayah dan ibunya, yang mendengar keributan itu, melemparkan cangkul mereka dan ikut mengejar juga. Tetapi Johnny-cake berlari jauh lebih cepat dari ketiganya, dan segera menghilang dari pandangan, sementara mereka harus duduk, terengah-engah, di tepi jalan untuk beristirahat.

On went Johnny-cake, and by-and-by he came to two well-diggers who looked up from their work and called out: “Where ye going, Johnny-cake?”

Terus berlari Johnny-cake, dan sebentar kemudian ia sampai pada dua orang penggali sumur yang mendongak dari pekerjaan mereka dan berseru, "Mau ke mana kau, Johnny-cake?"

He said: “I've outrun an old man, and an old woman, and a little boy, and I can outrun you too-o-o!”

Ia menjawab, "Aku sudah mengalahkan lari seorang kakek, seorang nenek, dan seorang anak kecil, dan aku bisa mengalahkan larimu jugaaa!"

“Ye can, can ye? we'll see about that?” said they; and they threw down their picks and ran after him, but couldn't catch up with him, and soon they had to sit down by the roadside to rest.

"Bisa, ya? Kita lihat saja!" kata mereka; lalu mereka melemparkan alat gali mereka dan berlari mengejarnya, tetapi tidak dapat menyusulnya, dan segera mereka harus duduk di tepi jalan untuk beristirahat.

On ran Johnny-cake, and by-and-by he came to two ditch-diggers who were digging a ditch. “Where ye going, Johnny-cake?” said they. He said: “I've outrun an old man, and an old woman, and a little boy, and two well-diggers, and I can outrun you too-o-o!”

Terus berlari Johnny-cake, dan sebentar kemudian ia sampai pada dua orang penggali parit yang sedang menggali parit. "Mau ke mana kau, Johnny-cake?" kata mereka. Ia menjawab, "Aku sudah mengalahkan lari seorang kakek, seorang nenek, seorang anak kecil, dan dua penggali sumur, dan aku bisa mengalahkan larimu jugaaa!"

“Ye can, can ye? we'll see about that!” said they; and they threw down their spades, and ran after him too. But Johnny-cake soon outstripped them also, and seeing they could never catch him, they gave up the chase and sat down to rest.

"Bisa, ya? Kita lihat saja!" kata mereka; lalu mereka melemparkan sekop mereka, dan ikut berlari mengejarnya juga. Tetapi Johnny-cake segera pula meninggalkan mereka jauh di belakang, dan melihat bahwa mereka tak akan pernah bisa menangkapnya, mereka menyerah mengejar dan duduk untuk beristirahat.

On went Johnny-cake, and by-and-by he came to a bear. The bear said: “Where are ye going, Johnny-cake?”

Terus berlari Johnny-cake, dan sebentar kemudian ia bertemu seekor beruang. Sang beruang berkata, "Mau ke mana kau, Johnny-cake?"

He said: “I've outrun an old man, and an old woman and a little boy, and two well-diggers, and two ditch-diggers, and I can outrun you too-o-o!”

Ia menjawab, "Aku sudah mengalahkan lari seorang kakek, seorang nenek, seorang anak kecil, dua penggali sumur, dan dua penggali parit, dan aku bisa mengalahkan larimu jugaaa!"

“Ye can, can ye?” growled the bear, “we'll see about that!” and trotted as fast as his legs could carry him after Johnny-cake, who never stopped to look behind him. Before long the bear was left so far behind that he saw he might as well give up the hunt first as last, so he stretched himself out by the roadside to rest.

"Bisa, ya?" geram sang beruang, "kita lihat saja!" dan ia berlari kecil secepat kakinya bisa membawanya mengejar Johnny-cake, yang tak pernah berhenti untuk menoleh ke belakang. Tak lama kemudian sang beruang tertinggal begitu jauh sehingga ia menyadari lebih baik menyerah sejak awal daripada belakangan, maka ia pun merebahkan diri di tepi jalan untuk beristirahat.

On went Johnny-cake, and by-and-by he came to a wolf. The wolf said:—“Where ye going, Johnny-cake?” He said: “I've outrun an old man, and an old woman, and a little boy, and two well-diggers, and two ditch-diggers and a bear, and I can outrun you too-o-o!”

Terus berlari Johnny-cake, dan sebentar kemudian ia bertemu seekor serigala. Sang serigala berkata, "Mau ke mana kau, Johnny-cake?" Ia menjawab, "Aku sudah mengalahkan lari seorang kakek, seorang nenek, seorang anak kecil, dua penggali sumur, dua penggali parit, dan seekor beruang, dan aku bisa mengalahkan larimu jugaaa!"

“Ye can, can ye?” snarled the wolf, “we'll see about that!” And he set into a gallop after Johnny-cake, who went on and on so fast that the wolf too saw there was no hope of overtaking him, and he too lay down to rest.

"Bisa, ya?" geram sang serigala, "kita lihat saja!" Dan ia pun berlari kencang mengejar Johnny-cake, yang terus berlari begitu cepat sehingga sang serigala pun menyadari tak ada harapan untuk menyusulnya, dan ia pun ikut merebahkan diri untuk beristirahat.

On went Johnny-cake, and by-and-by he came to a fox that lay quietly in a corner of the fence. The fox called out in a sharp voice, but without getting up: “Where ye going Johnny-cake?”

Terus berlari Johnny-cake, dan sebentar kemudian ia bertemu seekor rubah yang berbaring diam di sudut pagar. Sang rubah berseru dengan suara tajam, tanpa bangkit, "Mau ke mana kau, Johnny-cake?"

He said: “I've outrun an old man, and an old woman, and a little boy, and two well-diggers, and two ditch-diggers, a bear, and a wolf, and I can outrun you too-o-o!”

Ia menjawab, "Aku sudah mengalahkan lari seorang kakek, seorang nenek, seorang anak kecil, dua penggali sumur, dua penggali parit, seekor beruang, dan seekor serigala, dan aku bisa mengalahkan larimu jugaaa!"

The fox said: “I can't quite hear you, Johnny-cake, won't you come a little closer?” turning his head a little to one side.

Sang rubah berkata, "Aku tak begitu mendengarmu, Johnny-cake, maukah kau mendekat sedikit?" sambil memiringkan kepalanya sedikit.

Johnny-cake stopped his race for the first time, and went a little closer, and called out in a very loud voice _“I've outrun an old man, and an old woman, and a little boy, and two well-diggers, and two ditch-diggers, and a bear, and a wolf, and I can outrun you too-o-o.”_

Johnny-cake menghentikan larinya untuk pertama kalinya, dan mendekat sedikit, lalu berseru dengan suara sangat lantang, _"Aku sudah mengalahkan lari seorang kakek, seorang nenek, seorang anak kecil, dua penggali sumur, dua penggali parit, seekor beruang, dan seekor serigala, dan aku bisa mengalahkan larimu jugaaa."_

“Can't quite hear you; won't you come a _little_ closer?” said the fox in a feeble voice, as he stretched out his neck towards Johnny-cake, and put one paw behind his ear.

"Tak begitu terdengar; maukah kau mendekat _sedikit_ lagi?" kata sang rubah dengan suara lemah, sambil menjulurkan lehernya ke arah Johnny-cake, dan meletakkan satu kakinya di belakang telinganya.

Johnny-cake came up close, and leaning towards the fox screamed out: I'VE OUTRUN AN OLD MAN, AND AN OLD WOMAN, AND A LITTLE BOY, AND TWO WELL-DIGGERS, AND TWO DITCH-DIGGERS, AND A BEAR, AND A WOLF, AND I CAN OUTRUN YOU TOO-O-O!”

Johnny-cake mendekat, dan sambil membungkuk ke arah rubah berteriak: AKU SUDAH MENGALAHKAN LARI SEORANG KAKEK, SEORANG NENEK, SEORANG ANAK KECIL, DUA PENGGALI SUMUR, DUA PENGGALI PARIT, SEEKOR BERUANG, DAN SEEKOR SERIGALA, DAN AKU BISA MENGALAHKAN LARIMU JUGAAA!

“You can, can you?” yelped the fox, and he snapped up the Johnny-cake in his sharp teeth in the twinkling of an eye.

"Bisa, ya?" pekik sang rubah, dan dalam sekejap mata ia menyambar Johnny-cake dengan gigi-giginya yang tajam.

Open in the Storyteller app Get it on Google Play