The Bike Chain That Came Loose
Cerita bahasa Inggris gratis level A2 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
Casimir's bike chain comes loose on a ride, and Malia helps him fix it with a small tool kit.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Casimir and Malia rode their bikes along the river trail. The sun was warm, and the path was empty that morning.
Casimir dan Malia mengayuh sepeda mereka menyusuri jalur tepi sungai. Matahari terasa hangat, dan jalurnya sepi pagi itu.
Halfway through the ride, Casimir's bike made a strange clicking sound. Then the pedals stopped turning. The chain hung loose by the back wheel.
Di tengah perjalanan, sepeda Casimir mengeluarkan bunyi klik yang aneh. Lalu pedalnya berhenti berputar. Rantainya menggantung longgar di dekat roda belakang.
"My chain came off," Casimir said. He got off his bike and looked down at it.
"Rantaiku lepas," kata Casimir. Ia turun dari sepedanya dan menunduk memeriksanya.
Malia stopped beside him. "Do you have a tool kit?" she asked.
Malia berhenti di sampingnya. "Kamu bawa perkakas?" tanyanya.
"It's in my bag," Casimir said. He pulled out a small kit with a chain tool inside.
"Ada di tasku," kata Casimir. Ia mengeluarkan satu set perkakas kecil dengan alat rantai di dalamnya.
Malia held the bike steady. Casimir worked on the chain. He looped it back over the small gears and pulled it tight.
Malia memegangi sepeda itu agar tetap tegak. Casimir mengerjakan rantainya. Ia memasangnya kembali di atas gir kecil dan menariknya kencang.
"There," he said. "That will fix it."
"Nah," katanya. "Ini pasti beres."
He turned the pedal slowly. The chain moved smoothly around the gears.
Ia memutar pedal perlahan. Rantai itu bergerak mulus mengitari gir.
"Try it now," Malia said.
"Coba sekarang," kata Malia.
Casimir got back on the bike and pushed off. The chain held, and the wheels turned without a sound.
Casimir naik lagi ke sepedanya dan mulai mengayuh. Rantainya bertahan, dan roda-rodanya berputar tanpa suara.
"It works," he said. "Thanks for waiting."
"Sudah berfungsi," katanya. "Terima kasih sudah menunggu."
"That's what friends do," Malia said. She got back on her own bike.
"Begitulah gunanya teman," kata Malia. Ia naik lagi ke sepedanya sendiri.
They rode the rest of the trail together, side by side.
Mereka mengayuh sepanjang sisa jalur itu bersama-sama, berdampingan.






